"Tiba-tiba mobil terbalik. Iya mobil dari selatan, kenceng, tahu tahu nubruk, motor mumbul, langsung terbalik. Bruakkk. Banter langsung terbalik," katanya.
Meski dirinya tak menjadi korban luka dalam kecelakaan tersebut. Julian mengaku bingung karena Honda BeAT miliknya remuk tak lagi berbentuk usai dihantam mobil tersebut.
Kini, ia berharap adanya itikad baik dari pihak sopir Grand Livina untuk memberikan ganti rugi perbaikan motor miliknya.
Apalagi Honda BeAT tersebut merupakan kendaraan satu-satunya yang dipakai untuk bekerja menjaga warkop.
"Ya minta ganti rugi total. Karena sudah enggak ada ayah dan ibu. Saya sendiri sama adik. Saya tulang punggung," pungkasnya.
Grand Livina tersebut telah dievakuasi ke Markas Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.