Pertama, Agus mengingatkan pemerintah tidak bisa begitu saja mengeklaim Maung buatan Pindad yang diwacanakan untuk mobil operasional menteri itu murni buatan Indonesia tanpa ada bukti sertifikat.
Selain sertifikat, perlu pula uji keamanan mengingat mobil akan digunakan untuk RI-1 dan jajarannya.
Bukan hanya antipeluru, mobil dinas ini pun harus kuat dan tahan banting dalam berbagai keadaan.
Ia tidak ingin mobil mudah terguling saat harus berhadapan dengan medan berat atau dihantam mobil lain.
"Kan tidak bisa ujug-ujug ada mobil buatan Pindad, itu dari mana mesinnya? siapa yang bikin gear box-nya? itu kan perlu kita tahu dulu,” kata Agus dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, (30/10/24).
Agus menyampaikan, mobil produksi Pindad awal-awal yang digunakan oleh TNI menggunakan mesin dan sasis Toyota Hilux 2GD FPV.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Menteri Pakai Pindad Maung, Intip Speknya
Menurut dia, jika Maung Pindad yang diproduksi untuk mobil pejabat adalah produk baru, maka harus memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Tak cuma itu, Agus meminta pemerintah mengungkap sertifikasi Maung yang direncanakan untuk mobil dinas para pejabat.
Terlebih, komponen mobil untuk operasional para menteri dan pejabat eselon I itu disebut-sebut hasil produksi SsangYong, dari Korea Selatan.
“Ini masih pakai yang Toyota atau tidak? Kalau tidak kan enggak bisa karena kan SRUT-nya kan enggak keluar, ya kan,” kata Agus.
Agus pun mengaku khawatir jika Maung Pindad yang digunakan untuk para menteri ternyata tidak murni produksi dalam negeri.