Bahaya Remap ECU Kalau Sampai Performa Dibikin Pol 100 Persen

By , Senin, 22 Januari 2024 | 12:00 WIB

ILUSTRASI Remap ECU

GridOto.com - Remap ECU (Electronic Control Unit) untuk penggunaan harian sebaiknya tidak sampai total 100 persen, ini alasannya.

Ada alasan kenapa pabrikan melimitasi performa mesin mobil sejak kular dari pabrik.

Alasan paling pertama dan mendasar adalah supaya durability atau daya tahan mesin jauh lebih awet.

Sehingga umur penggunaan bisa dijalani dengan lebih lama oleh pemiliknya.

"Sebetulnya melakukan remap sampai 100 persen di mesin standard itu bisa beresiko banget," ujar Edric Ardine, owner Ardine Performance.

Baca Juga: Ardine Performance, Bengkel Spesialis Mobil Eropa di Jakarta Utara

Ilustrasi Komponen internal mesin

Alasan lain tentu saja tentang efisiensi penggunaan bahan bakar serta gas buangnya yang lebih minim.

Namun bukan berarti mesin standard tidak boleh dan tidakbisa dimodifikasi performanya.

Hanya saja ada limitasi demi menjaga keamanan dan keawetan mesin selama digunakan.

Tentu kita juga mengetahui bahwa kekuatan material internal mesin yang diproduksi aftermarket, khususnya untuk motorsport pasti lebih kuat dibanding material internal mesin standard.

"Jadi jangan disamakan dengan mobil yang internal sampai gear box sudah lebih kuat. Kalau mesin standard sebaiknya maksimal di angka 90 persenan lah," ungkapnya lebih jauh.

Baca Juga: Wajib Tahu, Tanda-tanda Kalau Sensor Oksigen O2 Mobil Mulai Rusak