Untuk dipakai berkendara di perkotaan, putaran bawah terasa menyenangkan sebab tidak perlu bejek gas dalam-dalam untuk melaju kencang.
Torsinya yang kuat sejak putaran bawah cukup membantu kala berkendara di tengah jalanan padat.
Baca Juga: Kejar Target, MForce Indonesia Bakal Luncurkan Empat Motor Baru Tahun Ini
Putar gas lebih dalam dan mesin akan bertemu redline di 9.500 rpm seperti yang ditampilkan di panel instrumen.
Meski begitu, berdasarkan tes kami mesin masih bisa digas sampai 10.000 rpm, baru kena limiter.
Gigi 5 terasa nafasnya panjang sekali, sedangkan gigi 6 lebih ke overdrive sehingga lebih cocok untuk dipakai cruising santai.
Oiya, soal riding mode yang sebelumnya sempat kami sebutkan, ada sedikit perbedaan di karakter mesinnya.
Di mode ECO, saat gas dibejek putaran mesin naiknya lebih linear dan terasa smooth.
Sedangkan pada mode SPORT, bukaan gas terasa lebih responsif, ditandai dengan RPM yang lebih cepat naik.
Berdasarkan pengetesan, top speed di spidometer mencapai 141 km/jam dan akselerasi dari diam ke 100 km/jam ditempuh dalam waktu 9,8 detik.
Khas mesin 1 silinder besar, getaran cukup terasa ketika motor dipacu mulai dari putaran menengah ke atas.