Sedangkan Shell V-Power Nitro+ menunjukan angka oktana riset (RON) 98.0.
"Perlu diketahui bahwa RON itu adalah ukuran waktu mulai dari bahan bakar diinisiasi untuk terbakar sampai bahan bakar terbakar. Berarti, semakin tinggi RON-nya maka waktu yang diperlukan untuk terbakar semakin panjang," jelas Pak Yus.
Menurut Pak Yus, semakin tinggi angka RON maka bahan bakar itu semakin tahan detonasi (ngelitik).
"Jika timing ignition-nya tepat akan berpotensi untuk menghasilkan tenaga mesin yang lebih besar," ujar Pak Yus.
Baca Juga: Pemakaian BBM Kualitas Rendah Efeknya Bahaya Banget Buat Kesehatan, Masyarakat Rugi Puluhan Triliun
2. Sulfur
Berdasarkan hasil uji lab, kandungan sulfur Pertamax Turbo 0,004 % m/m, sedangkan Shell V-Power Nitro+ 0,005 % m/m, atau ada selisih berarti hanya 0,001 % m/m
Menurut Pak Yus, ukuran sulfur pada bahan bakar disebut parts per million atau satu per sejuta (PPM), berarti seper seribu dikali 10.000 jadi 10 % m/m atau ppm.
"Jadi, bacanya kandungan sulfur Pertamax Turbo 40 ppm dan Shell V-Power Nitro+ adalah 50 ppm," papar Pak Yus.
Walaupun hanya beda 10 ppm, kandungan sulfur yang diuji lab merupakan sulfur total.
"Jadi, semakin rendah kandungan sulfur pada bahan bakar maka semakin aman dari potensi korosi sulfasi pada komponen yang dilalui bahan bakar," kata Pak Yus.