Namun posisi setang yang tinggi dan lebar membuat badan tak terlalu menunduk dalam posisi berkendara seperti ini.
Sedang bannya, memang spek aspal. Pakai IRC Trail Winner ukuran 100/80-17 di depan depan dan yang belakang pakai lebar 130/70-17, keduanya sudah tipe tubeless.
Yang ketika melibas lintasan sedikit berlumpur menjadi kurang percaya diri. Tapi di aspal mulus jelas tak perlu diragukan lagi performannya.
DIHADANG KABUT di TANGKUBAN PERAHU
Naik ke Tangkuban Perahu, kami sudah dihajar hujan sejak di kawasan Lembang. Saat nanjak ke arah Tangkuban Perahu baru deh kabut tebal turun.
Di kondisi yang sangat dingin hampir 20 derajat celcius, ternyata performa Honda CB150X tak berubah.
Khas motor-motor injeksi masa kini, sensor-sensor pintarnya langsung menyesuaikan kondisi sekitar. Sehingga pembakaran tetap sempurna.
Setelah mencapai titik terakhir, yang paling mengganjal dari motor ini salah satunya adalah busa jok yang ternyata lumayan bikin pantat pegal setelah 1-2 jam perjalanan.
Anehnya, saat dipegang langsung joknya ini memang terasa kenyal, tapi dipakai lama lumayan bikin bokong bergoyang kanan-kiri mencari posisi baru agar tak terlalu pegal hehe..
Overall, sensasi motor ini cukup menggembirakan. Terutama konsep turing di kelas motor Rp 30 jutaan. Tidak ada musuh yang head to head.
Sebagai tambahan info, CB150X dijual Rp 32,95 juta untuk versi standar, dan Rp 33,45 juta untuk yang Special Edition (SE). Harga tersebut on the road Jakarta.