Pernah Dibohongi Manajer Hingga Diremehkan Banyak Orang, Fabio Quartararo Lalui Masa Sulit Sebelum Jadi Juara MotoGP 2021

By , Jumat, 29 Oktober 2021 | 17:45 WIB

Fabio Quartararo melalui masa sulit sebelum jadi juara MotoGP 2021 (MotoGP.com)

Diterjang cedera, politik tim hingga faktor teknis di luar kuasanya, Quartararo seolah gagal memenuhi ekspektasi banyak orang dan dianggap remeh.

"Semua berawal dari tekanan, kemudian kami berganti tim ke Leopard, dan kukira mereka akan memakai motor Honda tapi malah berganti ke KTM di menit-menit terakhir. Aku tak senang dengan orang yang mengurus karirku," ungkap Quartararo.

Jadi saat gabung ke tim Leopard, Quartararo tahunya tim tersebut akan memakai mesin Honda yang sudah familiar baginya.

Tapi manajernya saat itu tidak memberi tahu Quartararo soal pergantian motor dari Honda ke KTM.

Jadi Quartararo merasa dibohongi manajernya sendiri dan membuatnya kesulitan hingga butuh waktu lama untuk beradaptasi.

Baca Juga: Berbeda dengan Fabio Quartararo, Lin Jarvis Merasa Gelar Jorge Lorenzo di MotoGP 2015 Enggak Nikmat

Baca Juga: Bisa Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2021, Bos Tim Yamaha Sebut Fabio Quartararo Bakal Jadi Rival Berat Marc Marquez

"Ketika berusia 15, 16, 17 tahun dan kau mengalami itu semua, itu sangat buruk. Lalu kakiku patah dan ada yang salah secara mental, aku tak sekuat saat ini. Butuh waktu lama bagiku untuk kembali, bahkan ketika aku crash aku butuh waktu lama untuk mendapatkan kecepatanku lagi," ungkap pembalap bernomor 20 ini.

"Pertengahan 2015 sampai awal 2018, itu masa-masa yang buruk, sangat buruk. Aku bisa sedikit memperbaiki kecepatanku pada akhir 2017, dan sejak Le Mans 2018 kami membuat langkah besar," tegasnya.

Quartararo pun kembali merebut perhatian publik saat menang balapan Moto2 di Barcelona pada 2018 silam.

Pada tahun tersebut, Quartararo memang banyak mengubah teknis motor dari sebelum-sebelumnya karena merasa ada yang tidak cocok.

Hanya saja itu jadi satu-satunya kemenangan Quartararo, sehingga tidak istimewa bagi kebanyakan orang.

Tapi Quartararo menang dengan memakai motor Speed Up yang dianggap beberapa orang sebagai sesuatu yang sangat istimewa.