Seri selanjutnya di Italia Vinales meraih podium 2, raihan yang sangat bagus selama 6 balapan awal.
Sayangnya pada balapan-balapan selanjutnya, performa Vinales menurun dan tidak konsisten.
Bersama Valentino Rossi, Vinales terus mengeluhkan masalah elektronik dan ban belakang yang membuatnya sulit kompetitif.
Hal itu membuatnya menjauh dari pertarungan gelar yang akhirnya diperebutkan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso hingga seri terakhir.
Sayang sekali tahun 2017 adalah yang terbaik bagi Vinales di Yamaha karena pada tahun-tahun selanjutnya performa kurang konsisten masih ditunjukkannya.
Di 2018 Vinales hanya meraih 1 kemenangan saja, di 2019 ada 2 kemenangan, lalu di 2020 dan 2021 masing-masing 1 kemenangan saja.
Baca Juga: Mario Suryo Aji Bersiap untuk CEV Moto3 Jerez 2021, Ini Target yang Dibidik
Sayang sekali banyak performa yang tidak konsisten dan Vinales tak bisa bertarung demi gelar.
Saat Yamaha sedang bagus-bagusnya dalam 2 tahun terakhir, Vinales juga tak mampu bertarung demi gelar.
Datangnya Fabio Quartararo ke tim pabrikan dengan performa yang ciamik semakin memperburuk posisi Vinales.
Bersama Yamaha Vinales mencetak 8 kemenangan, 7 kali podium 2, 9 kali podium 3, serta 13 kali pole position.
Vinales juga gemar gonta-ganti kepala mekanik selama di Yamaha.
Pertama ada Ramon Forcada, kemudian ganti ke Esteban Garcia, kemudian ganti ke Silvano Galbusera.