Gelar juara di depan mata harus dia serahkan kepada Wayne Rainey (Yamaha), walaupun bisa kembali tampil pada dua seri terakhir.
Semusim setelahnya, pada 1993, hal yang lebih buruk buat Doohan terjadi.
Pembalap tim Repsol Honda ini tidak bisa balapan dengan maksimal karena pengaruh cedera kaki kanan di musim sebelumnya.
"Aku mendapat telepon selama 30 menit darinya, aku hanya mendengarkannya, dia berbicara apapun. Dia menjelaskan situasinya, tapi dia juga menjelaskan bagaimana situasi yang kualami," lanjutnya.
"Aku mengalami masalah sama untuk memahami motornya, tidak berkendara seperti yang kau inginkan, membuat kesalahan, crash bodoh, beberapa balapan akan bisa cepat, di latihan akan lebih lambat dan tak tahu kenapa, itu semua masalah yang kualami musim ini. Dia menjelaskan dan mengalaminya juga," jelasnya.
Karir Doohan berada di ujung tanduk tapi Honda berhasil mencari solusi masalahnya.
Sistem pengereman NSR500 Doohan dimodifikasi, pedal rem di footstep kanan dihilangkan dan diganti dengan rem jempol.
Setelahnya Doohan bisa kembali tampil bagus bahkan memenangkan 5 gelar juara dunia berturut-turut sebelum akhirnya memilih pensiun karena crash lagi.
Telepon itu membuat Marquez mendapat inspirasi dan suntikan semangat besar untuk melewati masalahnya.
"Ketika aku melewati garis finis, aku hanya memikirkan orang-orang yang sudah membantuku di sini hari ini," tegasnya.