PPnBM Nol Persen Tahap Pertama Sukses Mendongkrak Penjualan Mobil Baru Nasional, Bagaimana Tahap Selanjutnya?

By Rabu, 09 Juni 2021 | 14:54 WIB

Ilustrasi pemaren Indonesia International Motor Show (IIMS) (Otomotif.kompas.com)

Bisa dibilang insentif PPnBM tahap pertama ini sukses menaikan penjualan yang tertahan.

Bahkan akibat adanya PPnBM tahap pertama (nol persen) membuat beberapa merek mengalami indent yang lumayan panjang.

Sebut saja misalnya Toyota Raize dan Daihatsu Rocky yang sengaja diluncurkan saat PPnBM nol persen berlangsung.

Lalu ada Mitsubishi Xpander, Honda Brio, Toyota Rush, Daihatsu Terios, Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner dan lainnya.

Katanya gara-gara efek PPnBM nol persen ini rata-rata pembeli harus menunggu sekitar 1 - 2 bulan.

Bisa begitu karena stok mereka habis, ditambah kapasitas produksi juga masih sedikit, belum maksimal.

Selain itu pabrikan juga tidak bisa dengan tiba-tiba meningkatkan produksinya begitu saja.

Ada rantai produksi yang sempat terputus dari hulu, sehingga bahan baku pun jadi ikut berkurang.

Akibat pabrik mobil stop/mengurangi produksi, otomatis beberapa layer penyedia komponen di bawahnya juga ikut stop atau mengurangi produksi.

Akibat permintaan berkurang, suplai bahan baku dari tambang juga ikut menyesuaikan, bahkan sampai berhenti.

Makanya jika tiba-tiba dipaksa harus produksi dalam jumlah besar enggak akan bisa cepat, butuh waktu untuk melakukannya. Maka terjadilah antrian itu.

Lantas bagaimana kelanjutan PPnBM berikutnya yang cuma dipotong 50%. Apakah mampu tetap menaikkan penjualan mobil nasional?

Secara terbuka beberapa pabrikan mengakui akan lebih sulit untuk berjualan karena potongan PPnBM-nya jadi 50%.