"Kami seharusnya bisa membangun basisnya dulu di Malaysia. Para pembalap setidaknya butuh 2 hari untuk membuat semua bekerja dengan baik agar semua lancar," jelasnya.
"Kami sebenarnya juga program tes yang diperpanjang. Tapi karena batalnya tes Malaysia di Februari, kami tak berada di mana kami bisa punya setup yang bagus. Sebenarnya ini berlaku untuk semua pabrikan. Tapi di beberapa aspek mereka sudah lebih bagus dari kami," ungkap Leitner.
Selain itu, Leitner dan bos KTM lainnya cukup khawatir dengan bagaimana perfoma KTM di sirkuit lain karena hasil buruk pada tes Qatar.