Angka ini diprediksi akan naik sekitar 30 persen jika dibandingkan pencapaian pada tahun lalu.
"CNAF sudah menyerahkan rencana bisnisnya ke regulator, dimana kami menargetkan pertumbuhan di level 2 digit dan menyambut baik strategi yang disiapkan oleh pemerintah," tutur Antonius Herdaru, Direktur Credit and Risk CNAF.
Sebagai informasi, catatan total penyaluran dana yang dilakukan CNAF mencapai Rp 3,75 triliun, dan itu berarti meningkat sebesar 5 persen (year-on-year/yoy) dari capaian Rp 3,5 triliun selama periode 2019.
"Kami sangat optimis dengan berbagai macam strategi dan inisiatif yang disiapkan oleh pemerintah di 2021," tandas Antonius.