Sejarah Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Dari Pertama Kali Beroperasi Sampai Penghujung 2020

By , Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:00 WIB

ilustrasi foto udara jalan Tol Solo di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. (Tribunjateng.com)

Melihat hal tersebut pemerintah tak tinggal diam.

Baca Juga: Tekan Kecelakaan, Kepolisian Riau Pasang Speed Gun di Tol Pekanbaru-Dumai

Melalui Keputusan Presiden No. 15/2002 tentang penerusan proyek-proyek infrastruktur, pembangunan jalan tol berlanjut.

Sampai 2004, empat ruas jalan tol baru pun berdiri dengan panjang 41,8 km.

Gerbang Tol Pandaan-Malang (madura.tribunnews.com)
Setelah itu ada perombakan pemeran regulator jalan tol di Indonesia pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui Undang-Undang No.38 tahun 2004 tentang Jalan, dibentuklah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan diresmikan pada 2005 sebagai regulator yang sebelumnya dipegang oleh PT Jasa Marga.

Baca Juga: Laka Lantas di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai Meningkat, Bikin Polisi Makin Tegas, Ketahuan Ngebut Siap-siap Kena Semprot!

Proyek yang sebelumnya mangkrak, kembali digenjot.

Sampai habis masa kepemimpinan dua periode SBY habis sudah ada 17 jalan tol yang dirampungkan.

Sebelum menutup masa kepemimpinannya, Presiden SBY sempat menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 100/2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

Salah satunya adalah proyek pembangunan Tol Trans Sumatera yang dimulai sejak 2014.

Baca Juga: Jutaan Kendaraan Melintas di Jalan Tol Trans Sumatera Selama Libur Akhir Tahun, Begini Kata Pengelola

Penampakan foto udara Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Noval Andriansyah / Tribun Lampung)
Ada empat ruas jalan tol yang akan dibangun.