Inilah Alasan Suzuki Ganti Mesin dari V4 ke Inline 4 Saat Kembali ke MotoGP

By , Jumat, 18 Desember 2020 | 15:52 WIB

Suzuki tinggalkan mesin V4 lalu pakai mesin inline 4 saat balik ke MotoGP pada 2014 lalu (Twitter.com/JoanMirOfficial)

GridOto.com - Suzuki berhasil mengembalikan kejayaannya dengan membawa Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020.

Selain itu, tim Suzuki Ecstar juga menang dalam kejuaraan tim terbaik MotoGP 2020.

Meskipun baru come back pada 2014 lalu, DNA MotoGP yang sudah sejak dari dulu memang membantu langkah Suzuki jadi juara lagi.

Seperti yang diketahui, sebelum come back pada 2014, Suzuki pernah keluar dari MotoGP usai musim 2011 berakhir.

Baca Juga: Daniil Kvyat, Pembalap yang Pergi dengan Perpisahan Paling 'Menyedihkan' di F1 2020

Nah yang unik, di era 4-tak sebelum come back, Suzuki memakai mesin V4 pada motor GSV-R sampai tahun 2011.

Alvaro Bautista membela tim Suzuki di 2011, kala itu mesinnya berkonfigurasi V4 (Suzuki)

Saat balik di tahun 2014, Suzuki memakai mesin inline 4 pada motor GSX-RR seperti halnya YZR-M1 milik Yamaha.

Apa alasan Suzuki kembali tapi dengan konfigurasi mesin berbeda ya? Padahal mesin V4 lebih kuat dari mesin inline 4.

Sang bos tim, Davide Brivio, juga menyadari mesin V4 lebih unggul dari segi power.

Tapi Suzuki lebih memilih kemampuan mesin inline 4 dalam menikung dibandingkan power pada mesin V4.

Baca Juga: Ternyata Juara Moto2 2020 Enea Bastianini Pernah Menolak Direkrut Valentino Rossi

"Jelas mesin V4 punya power lebih besar dibanding mesin inline 4. Mesin V4 punya power lebih tapi kecepatan menikungnya lambat.Tapi kau harus bekerja lebih keras untuk menguasainya," ungkap Brivio dilansir GridOto.com dari Motosan.es.