Rossi yang finis kedua sebenarnya cukup untuk bisa mengkudeta Hayden di posisi pertama.
Hanya saja, pada balapan terakhir di Valencia, Rossi terjatuh dan merelakan gelar untuk Nicky Hayden.
Selain soal jatuh di Valencia, balapan MotoGP Portugal 2006 disebut sangat mengecewakan bagi The Doctor.
Beberapa bulan lalu, tepatnya di April 2020, Toni Elias menyebut Valentino Rossi dendam dan tidak mau memaafkannya.
Toni Elias menceritakan kejadian MotoGP Portugal 2006, dimana Valentino Rossi kehilangan 5 poin, yang secara hitungan merugikannya dalam perebutan gelar juara dunia dari Nicky Hayden.
Baca Juga: Sabet Gelar Juara Dunia MotoGP 2020 Apakah Joan Mir Bakal Pakai Nomor 1 di Motornya?
Jika saja di Portugal tidak dilewati Elias di detik-detik akhir, bisa saja ceritanya jadi berbeda.
Nah, hal itulah yang dianggap Elias bahwa Rossi tidak pernah memaafkannya.
"Memenangkan balapan MotoGP sangat penting. Tapi menang lebih berharga karena melawan karakter yang kulawan, Valentino Rossi. Itu memori hebat yang selalu kuingat dalam hatiku," ungkap Elias dilansir GridOto.com dari Corsedimoto.
"Di juga masih mengingatnya, dia masih belum memaafkanku. Kubilang semuanya sudah selesai, saat ini waktunya jadi teman. Tapi tidak mungkin, dia orang yang sangat kompetitif, dia memaku peristiwa itu di hatinya dan dia takkan pernah memaafkanku," jelas Elias.
Meski begitu, Elias mengaku sangat menghormati sosok Rossi.
Baca Juga: Tim Haas Akan Diperkuat Mick Schumacher dan Nikita Mazepin, Apa Risiko dan Kelebihannya?