Varian TRD Sportivo Absen di Kijang Innova Facelift 2020, Begini Penjelasan Toyota

By Minggu, 18 Oktober 2020 | 20:45 WIB

Toyota Kijang Innova TRD Sportivo Limited (PT Toyota Astra Motor)

GridOto.com - Pada pertengahan Agustus 2020 lalu, PT Toyota Astra Motor (TAM) secara mengejutkan meluncurkan varian TRD Sportivo untuk Kijang Innova.

Meski dijual secara terbatas atau limited edition, hal itu secara tidak langsung menjadikan Kijang Innova sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) pertama Toyota yang memiliki versi TRD Sportivo.

Ubahan yang membedakan dengan varian lain tentunya ada pada penambahan bodi kit di sekujur bodi yang membuatnya terlihat sporty, serta fitur pembersih udara atau Integrated Air Purifier (Car Ionizer).

Namun sayang, varian TRD Sportivo tidak lagi dibawa Toyota saat meluncurkan versi penyegaran atau facelift dari Kijang Innova pada 15 Oktober 2020 kemarin.

Baca Juga: Fitur Push Start/Stop Engine dan Keyless Entry Masih Absen di All-New Kijang Innova Facelift Varian G, Begini Jawaban Toyota

Lantas, apa yang menjadi pertimbangan Toyota untuk tidak menghadirkan varian tersebut pada New Kijang Innova Facelift?

Anton Jimmi Suwandy, selaku Direktur Pemasaran TAM menjelaskan, saat ini pihaknya masih mempelajari apakah varian TRD Sportivo cocok untuk diaplikasikan kembali di Toyota Kijang Innova.

Sebab ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh pihaknya sebelum benar-benar menghadirkan varian baru ke pasar.

"Memang pertama kali meluncurkan TRD Sportivo (untuk Kijang Innova) sifatnya masih limited edition. Kami juga masih mempelajari apakah ke depannya Innova membutuhkan varian TRD Sportivo yang permanen atau sifatnya limited," ujar Anton dalam sesi konferensi pers virtual, pada Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Harga Toyota Kijang Innova Baru dan Voxy Beda Tipis, Bakal Saling Tumpang Tindih?

Kendati demikan, kemungkinan Toyota untuk menghadirkan lagi varian TRD Sportivo untuk Kijang Innova masih terbuka lebar.

Mengingat penerimaannya yang begitu memuaskan di Indonesia.

"Jujur responnya sangat baik ya, jadi waktu kami memperkirakan dua bulanan ya stoknya habis. Tapi ternyata mungkin hanya satu bulan lebih sudah habis," tutur Anton lagi.