"Karena kita pun orang Indonesia yang tinggal di Jakarta dan Jawa pasti aksennya berbeda, ini makanya butuh pengembangan seperti itu," lanjutnya.
Saat ditanya mengapa tidak sejak awal meluncurkan i-Talk berbahasa Indonesia, Sugi menyebut ada dua hal utama yang menjadi pertimbangan DFSK.
Pertama, karena sejak awal target market DFSK untuk produk Glory i-Auto adalah orang-orang yang sudah melek teknologi.
Baca Juga: DFSK Glory i-Atuo Resmi Meluncur, Ini Beda Spek Dengan Wuling Almaz
"Target kami adalah pembeli yang melek teknologi, jadi bahasa Inggris mereka sudah paham," ucapnya.
Kedua, DFSK Glory i-Auto direncanakan untuk diekspor ke sejumlah negara, oleh sebab itu, prioritas mereka adalah mengembangkan fitur i-Talk dengan Bahasa Inggris.