Kiat Belanja Spare Part dan Aksesori Online Ala Komunitas, Biar Enggak Jadi Korban Barang Sampah!

By , Kamis, 09 Juli 2020 | 19:10 WIB

Illustrasi spare part motor. (exportersindia.com)

Terlepas dari komunitas, mereka juga menyarankan agar calon pembeli lebih ‘pintar’ sebelum melakukan pembelian spare part maupun aksesori kendaraan lewat marketplace online.

Baca Juga: Ingat! Pedagang Suku Cadang yang Menjual Barang Sampah Bisa Dihukum

“Kalau gue pribadi selalu bandingin seller dengan toko-toko lain, wajib juga melihat rating toko dan review produk dari pembeli-pembeli sebelumnya,” ujar Yudie.

Ia mengatakan, tiga hal tersebut bisa menjadi acuan utama untuk menghindari seller ataupun oknum yang tidak bertanggung jawab.

Namun, reputasi toko yang baik tetap tidak bisa dijadikan jaminan mutlak, apalagi kalau barang yang dicari cukup segmented alias jarang yang mencari.

“Gue pernah kena pas beli aksesori, pilih yang murah tapi reputasi tokonya baik tapi ternyata zonk juga, mungkin jualannya udah banyak jadi yang jelek-jeleknya ke tutup,” tambah Yudie.

“Makanya 3 hal tadi penting buat dipertimbangkan, karena kalau ada yang kurang dari 3 itu udah makin besar kemungkinan kecewanya,” tawanya.

Baca Juga: Beli Spare Part Secara Online Dapatnya Barang Sampah, YLKI : Market Place Wajib Tanggung Jawab

Jika melakukan pembelian dari media sosial, Andi menyarankan untuk sebisa mungkin melakukan transaksi dengan Cash on Delivery (COD) atau ketemu langsung dengan seller.

“Kalau enggak bisa, lihat seberapa banyak followers, testimoni, dan jumlah barang yang terjual” ujarnya kepada GridOto.com (8/7/2020).

“Juga, tinggalin aja langsung kalau kolom komentarnya dinonaktifkan, itu bendera merah paling besar,” pungkasnya.