Kali ini bodinya memakai plat. Meskipun sederhana, mobil listrik itu dilengkapi dengan headlamp, lampu sen, klakson, juga audio yang otomatis hidup ketika mesin dinyalakan.
Bagian utama mobil itu ada di baterai penyimpan daya listrik. Mobil listrik berdaya 2 kWh itu mampu menempuh jarak sampai 50 Kilometer.
Lelaki yang tidak mengenyam dunia pendidikan khusus elektronika itu mengaku bisa merakit kendaraan listrik karena hobi di dunia elektro. Dia belajar secara otodidak.
"Ya hanya lulus SMP saja. Tidak sekolah SMK elektro, atau kuliah," ujarnya. Dia mengenal dunia kelistrikan dari almarhum sang ayah. Bapaknya bekerja sebagai tukang servis barang eletronik.
Sasmito menambahkan, modal awal membuat kendaraan listrik memang mahal. Tetapi untuk biaya operasional lanjutannya sangat murah.
Modal awal merakit mobil listrik misalnya sekitar Rp 8 juta - Rp 12 juta.
"Namun biaya operasional sehari-hari sangat murah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak," lanjutnya.
Sasmito mengaku hanya perlu mengeluarkan biaya listrik Rp 15.000 - Rp 30.000 untuk pengisian listrik baterai 1 kWh sampai 2 kWh.
"Keunggulan kendaraan listrik itu jelas lebih irit, juga ramah lingkungan. Kalau mobil mungil kayak punya saya juga lebih mudah, bisa blusukan ke gang-gang kecil," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Melihat Mobil Listrik Rakitan Warga Lulusan SMP di Jember yang Dilirik oleh Wagub Jatim