Mengupas W Series, Balapan Mobil Formula Khusus Wanita yang Sempat Menjadi Kontroversi

By , Jumat, 22 Mei 2020 | 19:05 WIB

Jamie Chadwick menjadi menduduki posisi pertama pada W series 2019 (Formulascout.com)

Menanggapi hal itu, Catherine Bond Muir, Kepala Eksekutif W Series pun membatahnya.

Justru adanya seri ini sebagai langkah untuk mendukung dan mempromosikan para pembalap wanita, supaya mampu bersaing di ajang motorsport yang lebih tinggi bersama para pria.

Baca Juga: Bergabung dengan Campos Racing, Sophia Floersch Jadi Pembalap Wanita Satu-satunya di F3

“Semakin saya melihat bagaimana olahraga lain mempromosikan wanita, semakin saya pikir ini adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan,” kata kepala eksekutif W Series tersebut.

Muir mengatakan, F1 telah lama menjadi kompetisi bagi para pria, dan adanya W Series adalah metode untuk para pembalap wanita dapat menjadi bagian dari F1.

“Kami ingin perempuan dan laki-laki berlomba dengan cara yang sama dan kami ingin membuat juara perempuan dalam balap campuran. Ini adalah langkah untuk membuat itu terjadi," tuturnya.

Lebih lanjut Muir menjelaskan, dengan menyatukan para pembalap wanita dalam satu seri mampu menciptakan daya tarik sendiri.

Bukan tidak mungkin olahraga ini nantinya bisa menarik lebih banyak perhatian dan liputan dari sebelumnya, yang akan sangat menarik bagi para sponsor, mitra, dan penggemar.

Selain itu, dengan adanya W series ia juga optimis dapat membuat pembalap wanita bisa menjuara F1, melalui latihan dan pengalaman selama berlomba di seri ini.