GridOto.com - Di Indonesia, kaca film V-KOOL sudah menjadi kaca film yang paling dikenal dan paling diminati.
Padahal kalau dilihat dari segi harga, kaca film V-KOOL mempunyai banderol yang berkali-kali lipat dibandingkan kompetitornya.
Bahkan menurut Dharma Eddie Salim, selaku Presiden Direktur PT V-KOOL Indo Lestari, harga jual tinggi sudah menjadi tantangan sejak kaca film V-KOOL pertama diluncurkan 25 tahun silam.
Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Ngobrol Virtual atau NgoVI ke-8, yang bertajuk ‘Perjalanan 25 Tahun Kaca Film, Tantangan dan Peluang V-Kool’ pada sore hari tadi (1/5/2020).
“Performa tolak panas kaca film bening kami saat itu membuatnya dijuluki ‘kaca film ajaib,’ tapi (menjualnya) tetap menjadi tantangan karena harganya juga ajaib,” kenang pria yang akrab disapa Eddie itu.
Ia menuturkan bahwa pada tahun 1995, banderol kaca film di pasaran ada di kisaran Rp 50 hingga 150 ribu, sedangkan kaca film V-KOOL memiliki harga Rp 1,5 juta atau 20 kali lipatnya.
Eddie pun mencari cara untuk meyakinkan para calon konsumen bahwa kaca film V-KOOL tidak hanya sekedar mahal.
“Pertama saya membuat alat demonstrasi, karena lebih baik konsumen bisa merasakan sendiri manfaat produk kami daripada kami yang harus ngomong panjang lebar,” jelasnya.
Baca Juga: Genap Berusia 25 Tahun di Indonesia, V-KOOL Telah Lindungi Jutaan Mobil dari Panas Matahari
Alat demonstrasi yang ia buat saat itu pun terbilang simpel, yaitu tiga bidang kaca, dua diantaranya masing-masing dilapisi kaca film biasa dan kaca film V-KOOL, lalu ditempatkan di depan lampu pemancar panas.
Prinsip yang sama tetap dapat dilihat pada alat demonstrasi yang dimiliki V-KOOL saat ini.
“Setelah merasakan sendiri, dia (calon konsumen) akan yakin bahwa kaca film ini (V-KOOL) bisa dahsyat sekali penolakan panasnya, dan itu memudahkan kami untuk jualan,” ujarnya.