Selanjutnya untuk tes praktek terdapat Slalom Course yang menitikberatkan pada penilaian keterampilan berkendara peserta dimana peserta beradu ketrampilan untuk melewati lintasan yang telah dipersiapkan dengan cepat tanpa melanggar batas-batas lintasan yang telah ditentukan.
Selanjutnya tes Low Speed Challenge menjadi penilaian terakhir bagi peserta kompetisi ini. Mulai tahun 2019 lalu Low Speed Challenge menggantikan Narrow Plank Challenge yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
Low Speed Challenge mengharuskan peserta melewati rute yang telah ditentukan dimana rute ini memiliki banyak tikungan dan sudut sempit.
Selain menuntut pengendalian yang presisi Low Speed Challenge juga menguji keseimbangan peserta karena pada titik-titik tertentu yang jarak antar pembatasnya rapat.
Dalam tes ini, kecepatan peserta harus sangat rendah dan bahkan hampir berhenti tanpa menurunkan kaki untuk berpijak.