5. Jaga Jarak dengan Mobil di Depan
Karena kecepatan konstan sangat penting, pastikan mobil di depan memiliki jarak cukup jauh.
Selain itu, bila mobil di depan tiba-tiba mogok, maka Anda bisa menghindar dan tidak kehilangan momentum atau kecepatan.
6. Jangan Setengah Kopling
Sebisa mungkin lepaskan injakan kopling ketika melewati banjir.
Biarkan pelat kopling saling menempel erat dan melajukan mobil secara konstan.
Terlalu sering menggunakan setengah kopling hanya memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin.
(Baca Juga: Power Steering Hidraulis Bisa Jadi Rusak Setelah Banjir, Ini Gejalanya)
7. Gagal Melewati Banjir, Lakukan Ini
Jika saat melewati banjir Anda merasakan mobil mulai bergeser akibat mengapung atau ketinggian banjir sudah melewati kap mesin, langsung matikan mesin Anda segera.
Begitu pula ketika terasa ada tanda-tanda mesin kemasukan air dan sudah mbrebet hendak mati.
Dengan mematikan mesin lebih awal, Anda akan menghilangkan risiko terjadinya water hammer.