Mesin berteknologi i-get ini klaim tenaganya sampai 14,4 dk/8.250 rpm, dengan torsi puncak 13,5 Nm/6.750 rpm.
Torsinya sudah berasa sejak putaran rendah, meski tengah sampai atasnya terasa flat, meski terus melaju seiring bukaan gas.
Yang enak, mesinnya sangat halus, enggak ada gejala vibrasi. Proses starter mesin juga nyaris tak terdengar berkat penggunaan dinamo direct mount di crankshaft.
Sedangkan Vespa Sprint S 150, mesinnya berkubikasi 154,8 cc dengan 3 katup SOHC berpendingin udara, juga dengan teknologi i-get.
Mesinnya tergolong halus, sementara klaim tenaganya sampai 11,6 dk/7.500 rpm dan torsi 12 Nm/5.000 rpm.
Karakter mesinnya terasa responsif di putaran bawah, namun tengah sampai atas mengalir begitu saja.
Berikut adalah data akselerasi hasil pengetesan tim GridOto.com;
Vespa Sprint S 150 I-get ABS
0-60 km/jam : 6,9 detik
0-80 km/jam : 12,7 detik
0-100 km/jam : 24,5 detik
0-100 meter : 8,3 detik (@65,6 km/jam)
0-201 meter : 13,3 detik (@81,4 km/jam)
0-402 meter : 21,3 detik (@96,5 km/jam)
Top speed spidometer : 105 km/jam
Top speed Racelogic : 104,5 km/jam
Vespa GTS Super 150
0-60 km/jam : 5,1 detik
0-80 km/jam : 9,8 detik
0-100 km/jam : 20,3 detik
0-100 meter : 7,6 detik (@71,7 km/jam)
0-201 meter : 12,1 detik (@86,4 km/jam)
0-402 meter : 19,9 detik (@99 km/jam)
Top speed spidometer : 118 km/jam
Top speed Racelogic : 108,7 km/jam
(Baca Juga: Keren Nih, Kolaborasi Vespa x Fila Bakal Bikin Penampilan Makin Kece)
Bagaimana dengan konsumsi BBM kedua motor ini?
Sama-sama dites pakai BBM RON 92 dan menempuh rute perkotaan dengan kondisi beragam ternyata hasilnya beda-beda tipis loh.