Kaleidoskop MotoGP 2019: Angka Kecelakaan di MotoGP 2019 Turun Banyak, Apa Alasannya?

By , Selasa, 17 Desember 2019 | 15:05 WIB

Crash Marc Marquez di FP1 MotoGP Thailand (Twitter.com/marcmarquez93)

GridOto.com - Jumlah crash di MotoGP 2019 turun cukup banyak dibandingkan musim sebelumnya.

Di MotoGP 2019, hanya terjadi 220 crash saja dari sesi latihan sampai balapan di hari Minggu.

Angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2018 lalu dengan 303 kali, atau 2017 dengan 313 kali, sesuai grafik berikut :

Jumlah crash di kelas MotoGP dari tahun ke tahun (Motorsportmagazine.com)

Turunnya jumlah crash ini bisa berarti banyak hal, yang pasti banyak hal bagus soal data tersebut.

(Baca Juga: Ricardo Gelael Beli 1 Mobil Reli Citroen C3 R5 Lagi, Pereli Inikah Calon Pemakainya?)

Selain soal pembalap yang paling banyak crash atau sirkuit yang paling banyak terjadi crash, ada beberapa poin soal pengembangan motor yang bisa diartikan semakin baik karena angka crash ini menurun sangat banyak.

Dilansir GridOto.com dari Motorsportmagazine.com, masalah ban jadi titik penting soal jumlah crash ini.

Di 3 tahun pertama pemakaian ban Michelin, crash-nya cukup besar dengan rata-rata 301 crash di tiap musimnya, dengan grafik yang bisa dibilang cukup merata.

Sejak 2018 sampai saat ini, Michelin masih menggunakan ban depan yang sama.

Setelah setahun punya pengalaman di 2018, para pembalap dianggap sudah beradaptasi dengan baik dengan gaya balapnya untuk menyesuaikan dengan ban depan Michelin di 2019 sehingga crash menurun.

Sementara itu, untuk ban belakang, Michelin memberikan ban baru.

(Baca Juga: Tim Suzuki Umumkan Tanggal Peluncuran Motor Baru MotoGP 2020)