"Biasanya pabrikan membuat pengujian untuk variasi. Dan itu dibolehkan," jelas Sigit.
Terlihat beberapa pabrikan menggunakan cara ini untuk produk genuine accesories atau merek lain tapi masih dalam satu pabrikan.
Sebab, spesifikasi yang digunakan sama dengan yang telah diuji.
Contoh lainnya, terlihat dari banyak varian yang dimiliki pabrikan terhadap 1 tipe kendaraan meski basicnya sama.
"Misalkan Toyota Kijang, 1 tipe itu banyak variannya. Cukup 1 tipe saja yang diuji. Lainnya dianggap perluasan," ungkapnya.