Begitu juga akselerasi mesin bertenaga 104 dk/6.000 rpm dan torsi maksimal 136 Nm/4.200 rpm yang dimiliki, siap diandalkan dalam kondisi apapun.
Baik itu di jalan tol nan lurus, perkotaan hingga pegunungan yang menawarkan tanjakan dan turunan ekstrem.
(Baca Juga: HFD 2019: Ketika Dibuat Kagum Performa Mesin dan Transmisi Toyota Avanza 1.5 AT)
Termasuk juga, ketika kami pulang dari Jogjakarta menuju Jakarta yang harus kami tempuh dalam waktu 27 jam. Ha,ha,ha.
Ya, dengan rute Yogyakarta-Magelang-Temanggung-Dieng-Wonosobo-Banjarnegara-Purwoketo-Tegal-Tol Palimanan-Jakarta.
Start dari Yogyakarta Sabtu (8/6) pukul 12.00, kami pun sampai lagi di rumah Minggu (9/6) pukul 15.00.
Maklum, selain karena dilanda kemacetan yang disinyalir Sabtu menjadi salah satu waktu arus balik mudik 2019, ada beberapa tempat seperti di Wonosobo yang ingin kami kunjungi tempat wisata kuliner khasnya, seperti Mie Ongklok dan sate sapi yang gurih.
Namun, ada 'jebakan' juga kami harus alami ketika menempuh jalur Purwokerto-Tegal untuk menggapai pitu tol masuk.
(Baca Juga: HFD 2019 Usai, Impresi Berkendara Honda Brio RS CVT Sangat Memuaskan)
Kami, terjebak di kemacetan parah lantaran jalur buka-tutup satu jalur di daerah Karangsawah, Brebes serta beberapa daerah lainnya.
Sehingga, kami pun baru bisa mencapai pintu masuk tol Palimanan Minggu pagi sekitar pukul 05.00 yang saat itu sudah diberlakukan sistem One Way arah Jakarta.