(Baca Juga : Cruise Control Mitsubishi Xpander Bisa Dipakai di Nissan Livina?)
Beberapa mobil menggunakan aktuator yang digerakkan oleh kevakuman mesin untuk membuka atau menutup throttle.
Sistem ini menggunakan katup kecil yang dikontrol elektronik untuk mengatur vakum.
Karena mengatur posisi throttle, sistem ini memerlukan sensor untuk memantau kecepatan dan posisi throttle.
Serta sensor untuk melihat kecepatan yang ingin dicapai dan untuk menonaktifkan.
Sistem ini menghasilkan akselerasi sesuai kecepatan yang diset pengemudi sekaligus menjaga kecepatan tanpa mengindahkan beban yang dimuat atau seberapa terjal jalan menanjak yang dilalui.
(Baca Juga : Cruise Control di Toyota Camry Terbaru, Bagaimana Cara Kerjanya?)
Ketika diset untuk 80 km/jam, sementara kecepatan aktual mobil masih 60 km/jam, maka throttle akan terbuka maksimal.
Akselerasi mobil pun terasa cepat, tapi saat mendekati 80 km/jam, posisi throttle hanya setengah dari sebelumnya. Sehingga akselerasi pun makin halus.
Di jalan menanjak, cepatnya akselerasi tergantung pada sudut tanjakan.
Semakin terjal tanjakan akselerasinya akan semakin lambat.