Kontrak dengan F1 Berakhir Tahun 2020, Bagaimana Nasib Red Bull?

By , Kamis, 27 Desember 2018 | 12:55 WIB

Red Bull pertimbangkan ajang Le Mans setelah tahun 2020 (twitter/@redbullracing)

"Dengan Valkyrie dan regulasi hypercar, Le Mans bisa menjadi pilihan, Valkyrie ludes terjual dan sudah terbukti sangat sukses, itu juga menjadi pilar bagus bagi Red Bull," jelas Dr. Helmut Marko.

(Baca Juga : Tulis Surat Untuk Ferrari, Ini Janji Sebastian Vettel di F1 Musim 2019)

Salah satu visi pemilik F1, Liberty Media, untuk 2021 dan ke depannya adalah pembatasan anggaran.

Menurut Dr. Helmut Marko, hal ini membuka kemungkinan timnya menjalankan dua program balap sekaligus, F1 dan World Endurance Championship.

"Jika ada pembatasan anggaran di Formula 1, maka kami harus memecat beberapa karyawan kami. Tapi kami tidak ingin itu terjadi," tutur Dr. Helmut Marko.

"Akan lebih baik jika mereka ditugaskan di proyek-proyek lain (Le Mans), memakai basis mobil Valkyrie, sepertinya kami bisa menjalankan program WEC dengan biaya terjangkau," imbuh Dr. Helmut Marko.

(Baca Juga : Evolusi Setir Mobil F1, Dulu dan Sekarang Kayak Bumi dan Langit)

"Meski Red Bull belum pernah membalap di ajang ketahanan 24 jam, ini adalah sesuatu yang kami pertimbangkan," ucap Dr. Helmut Marko.

"Soal dana, sebagian besarnya akan ditanggung Aston Martin, saya pikir itu masuk akal karena di Le Mans yang menang adalah manufaktur, tapi ini masih cocok dengan konsep kami," pungkas Dr. Helmut Marko.